Pada dasarnya aku paling benci menjelaskan apa
mauku. Apa isi kepalaku. Apa yang membuatku bersikap "begitu" untuk
"sesuatu hal".
Kenapa harus repot-repot menjelaskan?
Orang-orang cenderung membentuk opini yang
mereka inginkan. Atau kita sebut saja dengan ekspetasi. Ketika seseorang sudah
punya suatu opini di dalam batik kepala mereka, akan susah sekali untuk berubah
itu. Mereka merasa dikecewakan oleh keadaan. Ekspetasi mereka tidak sesuai
dengan realita. Setahu aku seperti itu,hal ini bahkan berlaku untuk orang-orang
open minded yang ada di sekitarku.
Paling banyak,tau bisa dibilang hampir semua orang yang aku temui,orang yang berinteraksi denganku,adalah orang-orang yang sudah punya mindset tentang aku,dan ada semacam keharusan kalau aku harus seperti mindset di dalam pikiran mereka. Masalahnya itu,mindset orang-orang berbeda tentangku. Untuk memenuhi semua mindset orang-orang itu, jujur aku tidak punya daya. Itu benar-benar menguras tenaga. Ditambah lagi untuk kesempatan menjelaskan kenapa aku yang mereka temui ternyata tidak sesuai mindset mereka, alasanku,atau penjelasan versi aku kadang tidak bisa diterima. Atau lebih parah ada yang sama sekali tidak mau mendengarnya.
Saat-saat seperti ini. Bisa aku bilang sebagai rutinitas harian. Karena tiap hari aku menghadapi hal itu,maka aku akan memilih diam. Menerima apapun pendapat orang tentangku. Tenaga ku tidak cukup untuk merubah semua pendapat-pendapat itu.
Aku selalu percaya waktu adalah jawaban dari
semua permasalahan. Jika diizinkan, lambat laun orang akan mengerti
maksud,tujuan dan latar belakangnya tanpa aku harus mengemis untuk minta
didengarkan.
"NANTI JUGA LO PAHAM" kalau kata iklan
rokok sih gitu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar