iklan

Tampilkan postingan dengan label Bacaan Fit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bacaan Fit. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 April 2020

BacaanFit#12: Tak Mungkin Membuat Semua Orang Senang


Jadi beberapa waktu belakangan ini aku lagi malas-malasnya nulis. Bener-bener malas, yang buka laptop aja enggan. Bukan karena sedang tidak ada ide, atau karena ada lockdown jadi ga punya bahan. Alhmdulillah aku sih ya masih punya bahan untuk ditulis, Cuma ya itu rada malas.

Kemalasan aku ini kemudian berimbas ke jenis buku yang aku baca. Iya, benar-benar kacau hidupku. Asli, aku datang ke toko buku langganan, langsung ke bagian self improvement. Ku rasa hidupku benar-benar sudah kacau.

Asli, aku ga pernah benar-benar tertarik dengan jenis buku-buku seperti ini. Adikku mungkin. Aku tidak. Tapi terlepas dari aku suka atau tidak, akhirnya aku beli juga. Dan ga main-main, aku beli 2 sekaligus. Yabai!!!

Buku pertama berjudul “TAK MUNGKIN MEMBUAT SEMUA ORANG SENANG dan hal-hal lain yang perlu diketahui untuk menghadapi orang kelewat batas Karya Jeong Moon Jeong”

Asli..buku ini benar-benar bukan jenis bacaanku. Tapi siapa sangka kalau aku bakalan suka banget sama isinya? Entah kenapa isi-nya lumayan banyak yang sudah aku praktekan, dan masih banyak lagi ternyata yang harus aku praktekkan.

Sama seperti judulnya, buku ini sendiri ngebahas tentang kenyataan bahwa daripada mengikuti semua aturan-aturan yang entah kenapa malah akhirnya membuat kita tidak bahagia, sebaiknya kita memilih untuk mengabaikannya saja.

Buku ini amat sangat pas kalau dibaca disaat hidup lagi kacau-kacaunya kayak hidupku sekarang.

 


Kamis, 30 Januari 2020

BacaanFit#11: I am Sarahza



Aku selalu merasa tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Sama seperti akhirnya aku memutuskan untuk membeli 1 buku saja bulan ini. Judulnya I am Sarahza. Buku yang ditulis oleh pasangan suami istri Hanum Rais dan Rangga Almahendra. Covernya lucu. Synopsis di bagian belakang juga jadi pengen segera bayar bukunya di kasir.

Biasanya sejak aku beli buku, tidak butuh waktu berhari-hari untuk menamatkannya. Apalagi kalau aku sedang suka-sukanya dengan ceritanya. Tapi sama novel yang satu ini, aku butuh waktu sedikit lebih lama.

Waktuku sedang banyak terbagi. Begitu juga dengan pikiranku. Tapi sumpah, ini buku yang entah bagaimana caranya adalah cara Allah untuk bilang kalau masalah yang kamu hadapin sekarang itu tuh Cuma remah-remah saja. Masih banyak yang masalahnya jauh lebih banyak daripada kamu tapi kembali kepada-Ku.

Novel ini sendiri menceritakan tentang cerita Hanum dan Rangga dalam memiliki anak setelah hampir 12 tahun pernikahan. Usaha yang mereka lakukan untuk mendapatkan anak, berkali-kali. Berkali-kali juga aku nangis sambil baca. Kadang dipergoki ibu dan bapak atau malah adekku, mendapati mataku merah, dan mungkin mereka pikir aku nangis karena masalah yang aku hadapi. Tapi sungguh, aku selalu bisa mengendalikan diriku, selalu ada cara ajaib Allah untuk bikin aku merasa “aku baik-baik saja kok” dan “jangan egois, yang punya masalah di dunia ini bukan Cuma kamu saja”

Sepanjang baca tulisan ini, hatiku kayak ditumbuk-tumbuk. Ga karuan bentuknya. Merasa diri kalau aku ini kufur sekali nikmat.

Buku ini aku saranin banget kalau kamu, atau entah siapapun sedang merasa tertekan, soal apapun, bukan Cuma karena belum punya keturunan. Allah itu selalu punya cara untuk nguji hambanya. Kalau bisa ngelewatin, ganjarannya luar biasa manis.

 

 


Minggu, 29 September 2019

BacaanFit#10 : Tukar Takdir

Alasan aku akhirnya mengambil buku Tukar Takdir dari Valiant Budi ini adalah karena sama seperti halnya Tuhan Maha Asyik-nya Sudjiwo Tedjo, buku ini juga seliweran di Timeline-ku. Masalahnya adalah, aku tidak pernah membaca apa komentar dari para pembaca, aku hanya lihat gambarnya dan berasumsi bahwa ini ceritanya tentang 2 orang yang saling bertukar takdir, mirip-miriplah sama kayak cewek dan cowok tukeran jiwa terus akhirnya jadi cinta-cintaan. Bahkan ketika belipun aku sama sekali ga baca sinopsisnya (menyalahi aturan aku kalau beli buku).

Mindset kalau ini bakalan berisi cerita tentang cewek dan cowok yang bakalan bertukar takdir ini kembali menguat ketika aku mulai membaca takdir pertama. Pas bagian si cowok udah tertidur tuh aku mikirnya dia bakalan bertukar takdir sama si cewek yang duduk di sebelahnya yang ngajakin dia bicara, tapi nyatanya ga. TIDAK SAMA SEKALI!

Sampai akhirnya aku sampai di takdir yang ke-12, aku sadar, ini tak ada hubungannya dengan tukar menukar takdir. Ini cerita penuh tragedy yang diceritakan dengan sangat apik oleh Valiant. Isinya tentang orang kecelakaan di pesawatlah, dikoyak-koyak komodo-lah, ketemu setan-lah, penipuan-lah, KDRT-lah, bahkan ada cerita tentang kehidupan siput. Benar-benar anti mainstream dan mengoyak-ngoyak harapanku sebelumnya.

Tapi ada hal yang paling aku suka dari keseluruhan cerita ini bahwasanya, takdir itu bisa jadi milik siapa saja, tapi kita bisa mensyukuri takdir yang sedang kita jalani sekarang. Mungkin kita sudah berada di takdir paling baik.



Senin, 16 September 2019

BacaanFit#9: Tuhan Maha Asyik

Setelah bulan kemarin sama sekali tidak beli Buku Karena budget buku disita buat ganti layar Hp (iya, aku termasuk gadget freak juga, ga bisa banget hidup sama layar Hp yg sudah tidak sensitif Lagi) jadilah bulan Ini mengharuskan diri sendiri untuk beli Buku yang bagus. Masalahnya adalah, begitu nyampe toko Buku, aku suka bingung mau beli Buku apa. Semua terlihat bagus. Tapi Tuhan Maha Asyik langsung menyita perhatian. 

Buku Ini sebenarnya Buku lama. Udah lama banget seliweran di timeline, apalagi aku salah satu follower dari penulisnya. Sudjiwo Tedjo itu orang paling produktif yg pernah aku tahu. Ya nulis, ngelukis, dalang, bikin puisi, nyanyi, ngasih seminar soal matematika, dan masih banyak kegiatan produktif lainnya. Nah, jargon Tuhan Maha Asyik itu udah sering aku pake, tapi baru sekarang baca bukunya.

Menurutku sih Ini Buku "agama" paling santuy tapi juga Satir di saat bersamaan. Ada banyak banget Hal-Hal beragama yang dengan sangat sederhana diceritakan lewat percakapan anak-anak SD. Buku dengan 245 halaman Ini begitu sederhana kata-katanya, tapi hampir selalu bikin aku bilang "iya juga sih". 

Entah kenapa aku merasa seharusnya Buku Ini Jadi bacaan wajib anak SD. Karena sebenarnya Isinya bukan cuma soal cara kita mendekatkan diri dengan Tuhan, tapi bagaimana cara kita hidup dengan sesama dan memahami setiap peristiwa


Minggu, 28 Juli 2019

BacaanFit#8: AL-MAIDAH 51 SATU FIRMAN BERAGAM MAKNA oleh M. QURAISH SHIHAB

Bulan ini bacaanku rada berat, bukan buku punya Adikku (karena biasnya yang beli buku dengan genre berat-berat gitu adikku, aku mah senengnya buku yang ringan-ringan, yang bisa aku selesaikan dalam sekali duduk. Meski kadang berat juga sih bacaanku, kayak karya-nya Dan Brown tuh biasanya berat-berat tapi karena cara penulisannya ringan, ya aku jadi suka.

Buku ini sengaja banget aku pesan online, jadi aku ga ke toko buku. Kenapa? Karena ongkos kirim bukunya sudah sama dengan harga buku-nya. Haha. Harga bukunya Rp 80.000,- dan ongkos kirimnya Rp 71.000,- dan aku seniat itu untuk milikin buku itu.

Alasannya? Ga lain dan ga bukan karena menurutku ini buku yang harus, wajib dan kudu ada di rak buku-ku. Judulnya Al- Maidah 51, SATU FIRMAN BERAGAM MAKNA, penulisnya M. Quraish Shibab. Double kombo mah ini kalau kata aku. Isinya tentang sesuatu yang pernah sangat dipertentangkan di Indonesia, yang akhirnya diputuskan yang ngucapin masuk penjara 2 tahun, yang nyebarin juga 2 tahun. Dan penulisnya M. Quraish Shibab, QURAISH SHIBAB, duh init uh tokoh agama yang paling aku kagumi. Ilmunya tinggi banget, tapi orangnya begitu merendah. Kebayangkan orang dengan ilmu segitu banyak butuh waktu sangat lama untuk ngebahas 1 ayat aja. 1 ayat loh, bukan 1 surah, bukan pula 1 juz. 1 ayat.

Untuk satu ayat ini, beliau terlebih dahulu menuliskan tentang 40 pendapat tokoh tentang surat Al-Maidah :51 kemudian mengambil kesimpulan. Aku selama baca ini mikirnya, untuk 1 ayat saja dalam Al- Quran butuh 232 halaman menjelaskannya. Gimana Al-Quran utuh.

Satu pelajaran yang aku dapatkan setelah membaca 40 pendapat tokoh tentang surat Al-Maidah:51 ini adalah alasan kenapa ayat ini turun, dan bagaimana para tokoh bisa berbeda-beda pendapatnya meskipun pada intinya mereka meyakini hal yang sama tentang apa yang dimaksud oleh surat Al-Maidah:51.

Di buku ini juga M. Quraish Shibab menyoroti tentang fenomena yang terjadi di Indonesia setelah pemilihan Gubernur Jakarta yang membuat ayat ini bisa begitu fenomenal, tentang kenapa fenomena itu bisa terjadi, dan bagaimana seharusnya fenomena itu ditanggapi.

 



Minggu, 26 Mei 2019

BacaanFit#7: Being 30


Buku ini secara tidak sengaja ketemu ketika ke Gramedia. Ada satu buku yang aku incar, tapi kebetulan di Gramedia Manado sedang kosong. Jadilah aku ketemu buku ini, dan kok judulnya mirip-mirip aku ya. Iyesss..aku mau 30.

Jadi ceritanya tentang Sondra yang dapat wasiat dari neneknya untuk nikah sebelum umur 30,dan dia udah 29 tahun (kayak aku bangetlah), sementara dia Jomblo. Satu-satunya cowok yang ada di peredarannya itu cuma Kevin, bos cakepnya yang sering ngajakin makan siang bareng, bahkan kencan, tapi ga pernah bilang suka. 

Terus,nasib mempertemukannya dengan Ray. Yang secara ajaib mereka saling tertarik pada pandangan pertama. Nasib emang berpihak ke Ray dan Sondra untuk sama-sama,tapiiiiii..Sejak Ray masuk ke kehidupan Sondra, hal-hal ga menyenangkan bahkan bikin Sondra babak belur terjadi. 

Selama kamu ngebaca ini kamu pasti ga bakalan nyangka sama kejutan plot twist-nya. Dan pada akhirnya dari buku ini, aku belajar, nikah itu bukan karena wasiat atau soal kamu sudah ketemu yang pas. Tapi karena waktunya sudah tepat untuk bersama. 

 

Sabtu, 15 Desember 2018

BacaanFit#3: Astrofisika untuk Orang sibuk


Untuk pertama kalinya baca buku fisika, bukan dalam bentuk novel, dan aku ga ngantuk. 

Aku,memang bukan jenis orang yang senang membaca buku yang isinya berat, dan dibawakan dengan cara yang berat pula. Buku pelajaran contohnya. Aku ingat sekali,biar bisa cepat tidur dulu jaman SMA, aku baca buku pelajaran. Dan itu efektif. Tapi buku tipis 144 halaman ini mematahkan semua yang sudah Kuyakini selama bertahun-tahun lamanya. Buku ini sama sekali ga bikin ngantuk. Pantas banget jadi nomor 1 New York Times Bestseller.

Isi buku ini? Tentang bumi duluuuuuuu sampai saat ini. Tentang teori- teori dan penemuan orang-orang jenius jaman dahulu yang sampai sekarang masih berlaku padahal alam semesta mengalami perubahan. Ya, alam semesta itu mengalami perubahan. Aku baru tahu setelah baca buku ini. Kalau dari SD aku ngapalin nama - nama planet sampai Pluto, sekarang Pluto tuh udah ga ada. Bahkan aku baru tahu kalau Uranus itu untung saja dipakai sebagai nama planet, Bukan George.

Abis baca buku ini juga aku baru tahu kalau Einstein pernah ngerasa kesalahan terbesarnya adalah menyatakan lamnda. Padahal sekarang semua orang tahu bahwa kesalahan terbesar Einstein adalah mengakui lamnda adalah ke salah terbesarnya. 

Buku ini juga menyadarkan aku bahwasanya manusia jenius yang fotonya selalu identik dengan menjulurkan lidahnya itu jarang menginjak laboratorium. Dia tidak menguji fenomena atau menggunakan peralatan ruwet. Dia ahli teori yang menyempurnakan "percobaan pikiran", dimana alam dipahami melalui imajinasi, dengan membayangkan suatu situasi atau model lalu mencari konsekuensi suatu kaidah fisika.

 

Jadi, sama kayak tulisan di awalnya, pas bagian pembukaan. Aku setuju sekali.

 



Minggu, 18 November 2018

BacaanFit#2: Fihi Ma Fihi

Hallo again..

Ini Buku kedua yang aku baca bulan ini. Buku ini sebenarnya bukan Buku dari rak buku-ku, ini punya adekku. Yap..adekku,jenis bacaannya yang berat-berat gini. 

Oke,sudah Ku singung sedikit,kalau ini jenis bacaan yang berat. Kamu kudu mikir untuk memahami isinya. Bahkan setelah baca ini pun,aku ngerasa banyak sekali yang aku tidak tahu,dan Harus aku cari tahu. Buku ini sejenis candu menurutku.

Fihi Ma Fihi sendiri menceritakan tentang 71 ceramah rumi untuk pendidikan ruhani. Nah, kayak sub-judulnya, isi Buku ini menceritakan secara terperinci tentang 71 ceramah yang disebut sebagai pasal 1 sampai pasal 71. Pendidikan ruhani, yes... isi Buku ini tentang sesuatu yang akan mengisi dahaga jiwamu.

Biasanya,catatan yg aku punya dari satu Buku,itu hanya 1 halaman bolak balik sudah terlalu banyak. Fihi ma Fihi,butuh 4 halaman bolak balik,bayangkan sebanyak itu pelajaran yang bisa aku ambil dari 400 lebih halaman di Buku ini.

Rumi. Jangan mengaitkan ini dengan El Jalaludin Rumi, anaknya Maya Estiyanti ya. Jalaludin Rumi yang dimaksudkan adalah seorang sufi yang penuturannya tentang agama begitu menggetarkan sekaligus membuatmu berfikir.

Sekali Lagi Buku ini tidak membahas tentang kehidupan rumi, tapi isi ceramah-ceramahnya. Sialnya,setelah baca ini,aku jadi ingin tahu lebih banyak tentang Rumi. Buku ini candu. 




Kamis, 08 November 2018

BacaanFit#1: The Hate U Give


Hallo..

Ini akan jadi tulisan pertama tentang ulasan buku yang kubaca. Biasanya yang aku bahas adalah perjalanan backpacker aku, atau opiniku. Tapi, belakangan, aku memikirkan untuk menambah satu bagian lagi dari blog-ku. Yap, ulasan tentang buku. Dan akan aku namakan #BacaanFit

Buku yang akan aku ulas (meskipun aku tahu aku tidak punya hak apa-apa untuk mengulas, juga tidak punya kemampuan itu) aku hanya akan menyampaikan pendapatku setelah membacanya.

Kali ini buku yang jadi pilihanku untuk kubaca adalah The Hate U Give. Buku yang sampulnya langsung menarik perhatianku, karena itu covernya aku banget. Hitam, Keriting, dan terasing. Untungnya ceritanya ga aku banget, aku pasti tidak akan sanggup menjadi Starr Carter. Aku sudah cukup puas dengan menjadi Fitria Koniyo.

Oke, tadi udah sedikit ku sebut. Tokoh utama cerita ini adalah Starr Carter. Cewek 16 tahun, berkulit hitam, yang punya kehidupan kompleks, meski aku merasa kalau Starr Carter ini punya semua hal baik dalam hidupnya. Keluarga yang luar biasa adalah pondasi kokoh, dan punya modal seperti itu, kurasa kamu bakalan bisa menghadapi apapun di dunia ini.

Starr Carter si cewek 16 tahun berkulit hitam, tiba-tiba menjadi satu-satunya saksi atas “pembunuhan” Khalil, sahabat masa kecilnya. Dan ini bukan pertama kalinya dia melihat sahabatnya mati. Natasha, sahabatnya juga meninggal ketika mereka umur 10 tahun ditembak orang yang tidak dikenal, dan pelakunya tidak pernah ditangkap. Sementara khalil, pelakunya jelas, seorang polisi dengan ID 151, dan ada saksi mata. Tapi, hukum ternyata membebaskan si opsir polisi, karena “mungkin” dia berkulit putih, sementara Khalil dan Starr berkulit hitam, dan kenyataan bahwa Khalil adalah pengedar narkoba, sehingga isu yang berkembang adalah kematian Khalil tidak punya arti apa-apa karena dia memang pengedar narkoba.

Masalah kematian Khalil, kemudian memunculkan masalah lain, yang memang sudah menjadi masalah sejak dulu, tapi coba ditutup-tutupi oleh Starr, karena dia dan Hailey bersahabat. Sama-sama pamain basket bersama Maya. Tapi kemudian Maya dan Starr sama-sama tahu kalau Hailey selalu kasar dan cenderung rasis dengan candaannya kepada Starr dan Maya.

Selain focus ke masalah star, ada juga masalah Maverick, atau dikenal Big Mav, yang punya toko kelontong di daerah yang memang terkenal penuh dengan kejahatan. Big Mav, adalah ayah Starr. Anak seorang King Lord (pengusa jalanan) yang sudah bertobat, dan begitu mencintai ketiga anaknya, Seven, Starr dan Sekani, dia bahkan mentato lengan kiri dan kanannya, dengan foto ketiga anaknya itu.

Big Mav, dan King Lord yang sekarang bersahabat. Tapi karena alasan Big Mav mau keluar dari gank, persahabatan mereka menjadi kacau. Apalagi dengan adanya Seven, anak yang lahir dari hubungan Big Mav dan iesha, yang adalah pacar King. Seven lebih sering berada di rumah Big Mav, bersama Lisa (istri Big Mav, ibu dari Sekani dan Starr) dibandingkan di rumah Iesha (ibunya Seven)  meski dia merasa punya kewajiban untuk menjaga Kenya dan Lyric (adik Seven, yang merupakan anak Iesha dan King). Kenya dan Starr bersahabat, dan mereka memiliki kakak yang sama Starr. Kacau memang hubungannya.

Tapi ceritanya begitu epic. Tentang bagaimana Starr menghadapi babak hidup sebagai satu-satunya saksi yang melihat pembunuhan Khalil, tentang pacarnya, Chris, yang adalah cowok kulit putih yang sudah dipacarinya selama setahun tanpa sepengetahuan Big Mav, tentang bagaimana Seven begitu melindungi adik-adiknya, Starr, Sekani, Kenya dan Lyric. Tentang pergumulan Lisa dan Maverick yang ingin memberikan kehidupan yang layak untuk Seven, Starr, dan Sekani dengan memasukkan mereka ke sekolah tempat mayoritas anaknya berkulit putih, tapi tetap tinggal di lingkungan yang setiap malam selalu terdengar tembakan, dan anak-anak mudanya jarang yang bisa melewati umur 18 tahun karena terbunuh.

Hingga, akhirnya semua kehidupan Starr yang dipisahkan sendiri olehnya ke dua bagian, antara Starr yang tinggal di tempat yang penuh kejahatan dengan Starr yang berteman dengan orang-orang kulit putih, bahkan punya pacar kulit putih menyatu karena perjuangannya membela Hak Khalil bahwa dia dibunuh oleh si opsir 151.

Tapi, diluar semua itu, ketika kerusuhan karena keputusan dewan yang tidak menjatuhkan tuntutan kepada si Opsir 151, kemudian toko-toko dituliskan “milik kulit hitam” aku jadi ingat cerita tentang “Milik Pribumi” yang pernah jadi sejarah Indonesia.

Akhir kata, aku Cuma bisa bilang, ini buku bagus. Wajar kalau jadi best seller.