Hari ke-3 dari backpackeranku di Papua. Masih dari Sorong, tapi aku mau
pindah hari ini, aku mau ke Timika. Tujuan utama backpackeran kali ini.
Pagi-pagi aku udah beberes, packing lagi. Naik grab ke bandara, karena
Uci-nya lagi sakit. Sinus-nya kambuh, dan aku ga mungkin minta dia nganterin
aku ke Bandara. Aku udah cukup bersyukur dia mau nampung aku selama 2 hari.
Pesawatku sebenarnya jam 11-an, tapi aku udah di bandara jam 8 lewat.
Rajin aja aku tiba-tiba. Hehe. Dibantu kenalannya ivo pas di bandara Sorong,
meski dia lumayan sibuk.
Dengan pengalaman pop mie kemarin, aku tidak ngide beli lagi. Aku
menikmati aja penerbangannya, dan akhirnya aku berangkat juga di Bandara Moses
Kailangi di Timika. Aku dijemput Ivo sekeluarga yang habis ada acara, dan
langsung menuju ke rumahnya. Karena nyampe-nya udah siang, jadi sekalian
istirahat dulu.
Sorenya baru aku diajakin keluar.
Tempat pertama yang kami datangi adalah Hutan Rimba Papua. Ini tuh
hotel,ada cafe-nya juga. Tapi peruntukannya spesifik untuk orang-orang Freeport.
Ke cafe-nya bisa sih untuk umum, tapi pas kami datang udah sore banget, cafe-nya
udah tutup. Jadi kami cuma lihat-lihat lobby hotelnya aja. Bagus kalau kata aku
sih. Tentram.
Tempat kedua yang kami datangi adalah Bandara Lama Moses Kilangin. Sebenarnya
mau masuk ke bandaranya, tapi di sabtu minggu, bandaranya tidak dibuka untuk
umum. Jadilah kami tidak bisa masuk,tapi gak apa-apa, tujuan utamanya bukan
kesitu juga. Mau sunsetan aja di bandra lama.
Sedikit Info, ada 2 bandara di Timika. Namanya sama. Dua-duanya masih
beroperasi, bedanya bandara aku mendarat tadi siang tuh, bandara baru,
peruntukannya untuk Umum. Bandara lama yang kami datangi ini, tapi ga diizinin
karena weekend, peruntukannya khusus untuk Freeport aja.
Lanjut...
Ternyata oh ternyata... bandara lama ini kalau sore, ruameeeeee polllll.
Mungkin karena sabtu sore kali yah, jadi rame. Ini tuh kayak alun-alun gitu
kali yah kalau bisa dibilang. Ada orang olahraga, orang nyantai-nyantai, bahkan
ada orang yang ngumpul-ngumpul buat mabuk. Untung aja ga rese’, entah ya kalau
udah malam gimana kondisinya.
Tapiiiiii.... langitnya bagussss banget. Asli, wajar sih kalau ini jadi
tempat ngumpulnya orang-orang. Langit sore-nya bagus banget. Rame tapi ga yang
bikin baterai sosialku terkuras.
Apalagi ivo udah persiapan banget, bawa kue lontar, es kopi, makanan
berat buat 2 anaknya. Gelar tikar sih ini udah piknik banget, meski akhirnya
kami duduk di aspal.
Menjelang margib kami pindah ke Kuala kencana.
Nah ini salah satu tempat yang ada di list-ku meski sunset bandara lama
juga ada di listku sih, eh si Hutan Rimba Cafe juga. Kuala kencana adalah
tempat yang wajib didatangi kalau ke Timika. Akses masuknya agak lumayan juga
sih kalau umum menurut Ivo, karena harus nunjukin KTP di bagian penjagaannya,
tapi karena suaminya Ivo, Polisi, jadi ga di periksa ID-nya kalau masuk. Cukup
buka aja jendela-nya biar bisa dilihat berapa banyak orang did alma mobil.
Kemudian Melengganglah kami masuk ke kuala kencana-nya. Lumayan jaraknya
dari pos penjagaan itu ke bagian dalamnya. Dan bagian dalamnya ini terdiri dari
beberapa bagian lagi. Kami menuju bagian tengahnya.
Tempat ini adalah tempat di Indonesia yang tidak ada kabel listrik
gelantungan, bersih. Aku jadi inget mantanku pernah bilang, dia pengen banget
suatu hari nanti di Indonesia tuh, listriiknya pakai kabel bawah tanah, jadi ga
gelantungan semrawut kayak sekarang. Gila ya, dia ngomong itu di 2008-an, dan
aku di 2026 bisa datang ke tempat seperti yang dia bicarakan itu.
Kuala kencana saat malam adalah
tempat yang nyaman sekali. Aku sempat ditemani Aisha ke Tugu di bagian
tengahnya taman ini. Menurut Aisha, biasanya di tugu yang ada air mancurnya
ini, suka ada lampu warna warni, tapi malam itu entah kenapa malam itu tidak
nyala. Biarlah, aku bisa foto disitu pas terang aja.
Menurutku, suasana malam di Kuala kencana itu nyaman, apalagi kalau sore
yah. Nah si Kuala Kencana ini juga salah satu fasilitas-nya Freeport ya, selain
bandara lama. Wajar aja kalau bagus banget kan. Beberapa tempat yang aku
datangi, yang ga dikelola pemerintah emang jauuuuhhh lebih bagus.
Setelah puas melihat-lihat Kuala kencana ketika malam, kami kemudian
pulang ke rumahnya Ivo. Kami akan ke Kuala kencana lagi besok pagi, karena
suasana malamnya udah, besok harus dapat suasana paginya. Tuh kan, aku bisa
foto di tugu-nya besok. Hehe.












Tidak ada komentar:
Posting Komentar