iklan

Jumat, 24 Juli 2026

Solo backpacker ke Sorong dan Timika


Akhirnya aku menulis lagi...

Sebenarnya ada tulisan soal backpackeranku di bulan Agustus tahun lalu yang belum ku tulis sama sekali. Waktu aku backpackeran ke Dieng dan Jogja. Nanti yah, kalau aku lagi rajin, pasti ku tulis. Karena tentu saja ada part-part unik yang harus aku ceritakan ke pembaca blog-ku yang Cuma satu dua orang itu. Hehe

Oke, sesuai judul... Jadi backpackeran ini ke Timika dan Sorong.

Tapi kita mulai dari awal kenapa bisa terpilih si Sorong dan Timika ini sebagai tujuan backpackeranku tahun ini. Sejujurnya tahun ini, aku punya rencana sendiri, ada barang yang mau ku beli, tapi berhubung duitnya kayaknya bakalan lama kekumpulnya juga ada satu dan lain hal terjadi di hidupku, maka.. aku memilih liburan titpis-tipis aja.

Di awal tahun ketika ditanyain Rio mau kemana, aku udah jawab sih. Aku mau ke daerah Timur. Karena ada beberapa temanku yang di daerah Timur. Ivo di Timika, Evi di Ende, Nelya dan Mutu di Timor Leste. Dipikiranku seru kali yah kalau ngunjungin mereka semua. Tapi ternyata uangku tidak sebanyak itu. Apalagi pas aku pergi, harga avtur lagi naik-naiknya gara-gara perang Iran sama Amerika. Dahlah.

Tapi tenang, uang mungilku ini selalu dipertemukan dengan tiket murah. Alhamdulillah.

Suatu hari aku posting di IG, terus Ivo bilanglah kalau tiket ke Timika via Sorong tuh murah. Ga nyampe sejuta. Dengan pengalaman kemarin ke Sorong 2 tahun lalu, harga tiketnya juga masuk. Gaslah, tanpa perlu pikir panjang, aku memutuskan untuk ke Timika tahun ini.

Nah, kayaknya rezeki-ku emang ke Sorong dan Timika tahun ini, karena ternyata Uci pindah ke Sorong, dua minggu sebelum jadwal pergiku ke Sorong. Pas, berarti aku ke Sorong ketemu Uci, ke Timika ketemu Ivo.

Tapi tunggu sebentar... kayak ada yang kurang. Oh iya, izin ke Ibu Bapaknya gimana? Sementara semua orang yang tahu rencanaku berulang-ulang mempertingatkanku kalau itu bukan daerah yang aman untuk didatangi.

Secara mengejutkan, izin itu gampang sekali diberikan . Tidak ada drama pertanyaan “Itu bukan yang tempat perang-perang?” kayak dulu pas aku izin ke Banda Neira. Atulah, di Banda Neira mau lihat lumba-lumba dikira mau masuk hutan ke tempat yang ada perang-perangnya, giliran aku ke Papua, yang beneran daerahnya sering konflik suku, malah tidak ada komen sama sekali.

Apa karena aku udah pernah ke Sorong sebelum ini dan aman-aman aja yah? Entahlah... Aku juga tidak tahu kenapa izin itu gampang sekali diberikan. Tapi gitu kali yang kalau semesta mendukung. Jalanan lancar kayak pake tol.

Eh tapi ternyata, drama kehidupan ini selalu ada. Terjadi 2 hari sebelum keberangkatanku. Tiket dari manado ke Sorong aman, tiket Sorong ke Timika yang tiba-tiba dipindah ke hari selanjutnya. Aturannya aku nyampe sorong pagi, besok siangnya udah terbang lagi ke Timika, tapi ternyata oh ternyata tiketnya dipindah ke hari berikutnya, dan ini tanpa pemberitahuan apa-apa yah, sampai bikin Ivo panik, dan konfirmasi ke temennya yang kebetulan punya banyak info soal Bandara Sorong, dan ternyata emang di cancel. Alasannya? Aku tidak tahu.. aku bahkan tidak dapat email atau SMS pemberitahuan.

Tapi tenang, Show must go on.

Oh iya, aku dapat tiket Rp 1.385.267 (satu juta tiga ratus delapan puluh lima ribu dua ratus enam puluh tujuh rupiah) dari Manado ke Sorong dengan Trans Nusa.

Di hari kamis yang cerah, berangkatlah aku ke Sorong. Aku ngide banget pesan Pop Mie buat sarapan, karena oh karena, fasilitas makannya ternyata Cuma snack dan air mineral kecil. Baru juga diemin mie-nya biar lembek, eh tiba-tiba ada pengumuman “Prepare for landing. Astagfirullah, mie-nya aja belum di makan, udah mau landing aja. Jadilah aku dan bapak-bapak di sebelahku yang ikutan beli pop mie bareng aku jadi berlomba makan mie panas. Sumpah, aku ga bakalan ngide beli pop mie di pesawat lagi kalau jarak tempuhnya Cuma 1 jam lebih dikit.

Mie-nya berhasil kami habiskan dengan cepat, masalahnya adalah si kuah mie. Aku menyerah kalau disuruh seruput itu kuah mie panas sambil dikejar waktu, mana pramugarinya udah beres ngumpulin sampah pas kami mulai makan tadi. Mau aku masukin kantong kursi, tumpah nanti. Mau aku taroh di atas meja, lah karena mau landing, meja kudu di lipat. Udahlah, panggil pramugarinya aja deh. Bodo amat mereka mau prepare landing apa gimana. Gak lagi lagi deh beli pop mie segala.

Singkat cerita akhirnya aku tiba dengan selamat di Sorong. Ini adalah kali ke-3 aku di Bandara ini. Pergi dan Pulang pas ke Ambon 2 tahun yang lalu lewat Sorong juga. Tapi bedanya kali ini aku emang dikasih kesempatan explore Sorong. Kemarin kan ke Mall-nya aja. Sekarang udah ada mall yang baru kata Uci.


Sampai bandara, aku langsung menuju rumahnya Uci. Aku tidak dibolehkan nginep hotel, karena kebetulan rumahnya ada 2 kamar, jadi aku disuruh tidur disitu aja.

2 tahun yang lalu, pas aku nyampe cuacanya persis kayak hari itu. Sebentar panas terik, sebentar hujan, terus panas lagi. Moody banget. Jadi kami memutuskan untuk keluar sore-sore aja, nyari sunset.

Sore hari kami langsung siap-siap nyari sunset di SMC (Sorong Modern City), ini tuh dulunya disebut tembok berlin, sekarang disebut SMC karena ini adalah tanah reklamasi yang bakalan ada Mall-nya nanti. Gede banget mallnya. Bangunannya udah 90% jadi, kayaknya beberapa bulan lagi bakalan buka. Vibes-nya mirip kawasan megamall. Tapi asli, disini sunsetnya baguuuuuuuussssss bangetttttttt.

Aku dan Uci yang kebetulan tidak bawa tripod akhirnya foto-foto pake timer. Ya namanya juga usaha ya kan. Tiba-tiba ada ibu-ibu di sebelah kami yang menawarkan untuk fotoin kami. Bukan 1 kali, banyaakkk kali, ditawarin terus dan berulang-ulang, bahkan beberapa dia ngarahin gaya-nya, sementara itu kami mau bantuin dia foto, beliau ga mau. Sungkanlah kami tiap kali dia nawarin lagi.





Pokoknya satu saranku, kalau kalian datang kesini, bawa cemilan. Bawa es kopi kekinian kalian itu, karena tidak ada yang jualan. Tidak ada sama sekali. Kayaknya karena weekdays kali ya, tapi ampun... weekdays aja banyak betul orangnya.

Aku sempat lihat postingan Uci yang kesini pas weekend dan mereka sampai ga dapat tempat saking banyaknya orang. Wong pas aku aja orangnya banyak betul, apalagi weekend. Untung aja sunsetnya juara sekali.

Selesai Sunsetan, kami mampir makan di Mall. Nah Mall ini yang 2 tahun lalu aku datangi. Aku tidak akan lupa soal nasi goreng Solaria-ku yang ga dikasih sendok itu. Tapi pada akhirnya aku makan di solaria lagi. Ckck.

Oh iya Sorong Mall ini lebih terkenal dengan Ramayana sekarang. Mall yang baru itu namanya Paragon. Menurut Uci tempatnya jauh lebih bagus, tapi kami tidak kesana. Ini tempat zumba-nya Ucy. Pas kami lewatin tadi sore sih tempatnya bagus.

Selesai makan, pulanglah kami ke rumahnya Uci. Besok akan ku lanjutkan perjalan explore Sorong-nya. Semoga cuacanya bersahabat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar